DotMediaViral.blogspot.com - Perang Diponegoro yang juga dikenal sebagai Perang Jawa merupakan salah satu perang besar di Pulau Jawa. Perang ini melibatkan pasukan Belanda dan penduduk Jawa.
Perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro ini terjadi di Jogja yang bermula karena adanya campur tangan Belanda dalam persoalan internal Kasultanan Jogja.
Mengutip buku Perang Diponegoro (2011) oleh F. Ruspandi, berikut ini sejarah terjadinya Perang Diponegoro.
Sejarah Perang Diponegoro
Perang Diponegoro merupakan suatu perang besar yang berlangsung selama lima tahun sejak Juli 1825 hingga 28 Maret 1830. Perang Diponegoro terjadi di tanah Jawa melibatkan masyarakat pribumi dengan tentara Belanda.
Baca Juga: Ketua KPU Hasyim Asy'ari Lakukan Tindakan Asusila Ke Anggota PPLN Den Haag
| Pangeran Diponegoro (Foto:dok. istimewa) |
Pangeran Diponegoro memimpin secara langsung peperangan pribumi, sementara tentara Belanda dipimpin oleh Jenderal De Kock.
Dalam menghadapi perang ini Pangeran Diponegoro dibantu oleh beberapa pejuang seperti Mangkubumi, Kyai Modjo, dan Sentot Prawirodirdjo. Perang ini disebut perang besar karena telah mengorbankan harta benda dan juga nyawa manusia. Berdasarkan dokumen-dokumen Belanda, perang tersebut mengorbankan 200 ribu nyawa masyarakat pribumi dan 8 ribu orang dari pihak Belanda. Disebut juga Perang Jawa karena peperangan ini melibatkan hampir seluruh wilayah Jawa.
Perang Diponegoro diawali pada 20 juli 1825 dengan penangkapan Pangeran Diponegoro dan Mangkubumi oleh utusan belanda di tegalrejo. Saat itu, Pangeran Diponegoro berhasil melarikan diri. Tiga minggu kemudian, Pangeran Diponegoro yang dibantu oleh Kyai Mojo, melakukan penyerangan terhadap Belanda dan berhasil menduduki Keraton Jogja dan memperluas kedudukannya ke arah timur.
Pada tahun 1927, pasukan Belanda mengerahkan 23 ribu prajuritnya untuk melawan Pangeran Diponegoro. Belanda membangun benteng-benteng di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga Pangeran Diponegoro terpojokkan.
Pada tahun 1829, Kyai Mojo ditangkap dan diikuti dengan penangkapan Mangkubumi dan Alisabah, pada tanggal 16 Februari 1830 terjadi pertemuan antara Pangeran Diponegoro dengan Kolonel Baptist Cleerens sebagai utusan Jendral De Kock, pertemuan itu dilakukan beberapa kali untuk mengadakan gencatan senjata.
Pada 28 Maret 1830, pasukan Belanda menangkap Pangeran Diponegoro, penangkapan tersebut menjadi akhir dari Perang Diponegoro. Setelah ditangkap Pangeran Diponegoro diasingkan di Gedung Karesidenan Semarang dan dibawa ke Batavia. Pangeran Diponegoro wafat saat dipindahkan ke Makassar di Benteng Rotterdam pada 8 Januari 1855.
Simak berita seru lainnya di Gadget kamu, melalui blog saya. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar