Sabtu, 20 Juli 2024

Ilmuan Temukan Obat Penawar Baru untuk Gigitan Kobra



DotMediaViral.blogspot.com Ular kobra diketahui membunuh ribuan orang setiap tahun dan sekitar 100.000 orang menderita kematian jaringan dan sel tubuh akibat racunnya, yang dapat menyebabkan amputasi.

Kini para peneliti telah menemukan obat penawar baru untuk gigitan 
ular kobra itu.

Seperti dikutip dari Independent, Kamis (18/7/2024) perawatan 
antivenom saat ini mahal dan tidak efektif mengobati nekrosis daging tempat terjadinya gigitan.

“Penemuan kami dapat secara drastis mengurangi cedera parah akibat 
nekrosis yang disebabkan oleh gigitan ular kobra
 dan mungkin juga memperlambat racunnya, yang dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.” kata Greg Neely, penulis studi dari Charles Perkins Centre.

Baca Juga: Kenapa Gigitan Ular King Cobra Sangat Mematikan

Dengan menggunakan teknologi penyuntingan gen Crispr untuk mengidentifikasi cara memblokir racun kobra, para ilmuwan menggunakan obat heparin yang merupakan pengencer darah dan obat-obatan terkait.

Hasil studi menunjukkan bahwa obat tersebut bisa digunakan sebagai penangkal bisa ular yang terjangkau dan secara drastis dapat menghentikan nekrosis yang disebabkan oleh gigitan kobra.

“Heparin tidak mahal, ada di mana-mana, dan merupakan Obat Esensial yang terdaftar di Organisasi Kesehatan Dunia," tambah Tian Du, penulis utama studi dari Universitas Sydney.

“Setelah uji coba pada manusia berhasil, obat ini dapat diluncurkan dengan relatif cepat menjadi obat yang murah, aman dan efektif untuk mengobati gigitan ular kobra.”

Tidak seperti antivenom yang tersedia saat ini, obat heparin bertindak sebagai penawar pengumpan.

Dengan membanjiri lokasi gigitan dengan heparin, penawarnya dapat menetralkan racun yang menyebabkan kerusakan jaringan.

Sementara antivenom yang ada sekarang sebagian besar tidak efektif melawan racun lokal parah, yang melibatkan pembengkakan progresif yang menyakitkan, lepuh dan/atau nekrosis jaringan di sekitar lokasi gigitan.

"Hal itu dapat menyebabkan hilangnya fungsi anggota tubuh, amputasi, dan cacat seumur hidup," tulis peneliti.


Simak berita seru lainnya di Gadget kamu, melalui blog saya. Terimakasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siswa SD yang Kritis Akibat Perundungan, Kini Dikabarkan Meninggal Dunia

  DotMediaViral.blogspot.com   - Sempat  Koma  3 Hari, siswa Sekolah Dasar (SD) Jayamukti di Kecamatan Blanakan, Subang, yang kakak kelasnya...